OBSESI GAMER

Agustus 18, 2008

nahan tangan biar ga gatel main game………..ati2 aja klo dah kenal game on-line walaupun ada positifnya tapi klo berlebihan ya negatip apalagi klo terlalu terobsesi untuk jadi terkenal,terkenal jadi dewa,terkenal ditakuti,terkenal kaya tahan aja dulu

kecuali klo kantong mmg kuat ya gpp tapi seperti contoh:
#dulu waktu masih main RO,ada temen yg terlalu terobsesi mo jadi breaker legendaris waktu WOE (war of emperium) sampe beli baju 2jt rupiah dan baju itu cuma ada d game coba klo dipikir-pikir kan eman duit segitu

#waktu main RF ada yg lbh gila lagi temen gw terserah mo percaya ato tidak terserah, untuk buat senjata yang benar2 mantap modal 8 jt RUPIAH bukan 8jt mata uang game itu gila nda….

#waktu main RF jg ini denger2 ada yg bunuh diri gara2 MAU (massive attack unite)nya pecah sewaktu war

Perkelahian memang sering terjadi disetiap acara musik, masalahnya pun hanya sepele….kesenggol sewaktu moshing, ndak terima, lapor teman dan jadilah perkelahian. Sikap tidak terima waktu kesenggol itu sebenarnya menurut saya adalah SIKAP PRIMITIF!!!! Sikap ini biasanya dimiliki oleh gankster2 kampungan (kenapa gankster2 Indonesia tidak ada yang meniru Rudy dan anak2 buah2nya?). Jujur, waktu saya masih senang ke acara2 musik saya pasti akan malas klo melihat ada rombongan gankster2 kampung datang, dari dandanan aja mungkin mereka lebih cocok disebut PD (pemuda dangdut), datang2 ga bayar tiket trus langsung ngerusak suasana. Pernah saya dengar mereka bicara “musikke aku ora dong, sing penting mengko joget wae yen ono sing nggolek perkoro hajar wae! (musiknya aku ga ngerti yang penting nanti joget aja klo ada yang nyari perkara hajar aja)”. Nah dari kata2 yang pertama aja udah nunjukin mereka bukan orang yang suka acara musik itu, klo memang sukanya dangdut knp harus datang ke acara musik yang tidak dimengerti? (bukan berarti saya merendahkan dangdut, saya menghargai walaupun saya tidak suka)

Ada juga yang bilang mereka berkelahi karena mabuk. Ya saya Cuma bisa ketawa, dalam acara2 musik (ska, OI!!!, punk, hardcore, emo dan sebangsanya) alkohol merupakan atribut wajib!! dan itu bukan masalah!!! Karena adanya kesamaan tujuan pasti tidak akan berkelahi. Pernah sewaktu saya masih SMA, saya dan teman2 pergi ke acara musik hardcore. Pulangnya muka kami memar2 semua, saya dan teman2 saya tau ini memar kena tangan siapa, yang si ini memar kena sepatu siapa, toh itu ga masalah malah pulangnya minum bareng lagi dengan orang yang baru kenal di acara musik tersebut (WKWKWKWK).

Jadi sebenarnya perkelahian di acara2 musik ya dikarenakan gankster2 ato sekelompok orang yang ga punya tujuan, dan Cuma pingin cari sensasi. Klo kena senggol ga terima, kena tangan/kaki tidak terima ya jangan k moshpit. Mosh pit itu tempat peluapan emosi. Klo takut memar2 mending nonton musik2 boyband (enak kan bisa peluk2an sama pacar sambil ngeliat cowo2 keren, sumpah saya bukan gay!!!). Setidaknya yang selama ini masih pergi ke acara musik dengan tujuan mencari sensasi bisa berubah, tolong hargai kami yang sudah dandan abis2an tuk liat musik (untuk komunitas2 tertentu mesti habis2an karena acara musiknya jarang2 ada, jadi jelas dandanannya lebih keren drpd ngapel cewe), yang sudah ngumpulin duit bwat beli tiket, sekaligus ngehargai band itu biar bisa lebih maju.

Doc marten boots and take a beer here we go!!!

Ini merupakan pembelaan dari saya yang mungkin mewakili beberapa orang yang tertindas karena masalah pilihan. Sampai saat ini saya masih merasa heran mengapa pandangan orang Indonesia selalu merasa sinis terhadap orang yang bertatto dan para alkoholic. Walaupun saya bukan penggemar alkohol kelas berat (saya lebih suka dengan disebut beer drinker, untuk alkohol kelas berat saya hanya meminum disaat-saat tertentu). Mungkin disebabkan doktrin2 (sekitar tahun 80++) bahwa orang yang bertatto itu adalah orang yang pernah masuk penjara. Semua itu karena kebutaan bangsa kita untuk melihat suatu hal dari sisi lain. Terlebih lagi jika sudah bertatto/memiliki piercing akan susah untuk mencari kerja (sungguh sangat ironi sudah lapangan pekerjaan yang sempit ditambah banyaknya larangan). Sebenarnya orang mentatto tubuh mereka ada berbagai macam tujuan, ada yang bertujuan untuk mencari sensasi, ada yang bertujuan untuk seni, ada yang untuk menunjukkan jati diri dan ada juga yang dengan tujuan pengungkapan rasa sakit (setiap orang berhak memiliki rasa sakit dan setiap orang berhak mengungkapkan rasa sakit tersebut). Jika ada yang menganggap ”gila masak cuma untuk mengungkapkan rasa sakit apa harus dengan mentatto”, dan jawabannya “ya itu pilihan saya”. Coba bayangkan, jika tidak bisa mengungkapkan rasa sakit, pasti ga akan bisa tenang. Lebih baik memiliki sesuatu yang tidak normal daripada terlihat normal tetapi sebenarnya tidak memiliki ketenangan. Anggapan orang bahwa jika harus mentatto itu harus dalam keadaan mabuk itu salah!!! Untuk membuat tatto tidak semudah yang dibayangkan, peralatan yang digunakan harus memenuhi standar kebersihan yang telah ditetapkan, harus dalam keadaan benar2 sehat, melihat kondisi kulit dan tipe kulit yang akan ditatto (nantinya hal ini juga akan mempengaruhi gambar dan warna yang akan dipakai dalam tatto tersebut). Pada tempat tatto2 parlor profesional si tukang tatto tidak akan mau membuat tatto itu jika orang yang akan ditatto itu lagi dalam keadaan tidak sehat dan gambar yang diminta tidak sesuai dengan type kulit orang tersebut.

Untuk masalah alkohol, jika seseorang tau kita suka dengan alkohol pasti pandangan orang akan berbeda. Menurut saya sebenarnya ada beberapa tahap berkenalan dengan alkohol, dan jika tahap ini benar maka tidak akan ada lagi kecanduan alkohol (minum seperlunya). Tahap orang berkenalan dengan alkohol bermacam-macam.

1. Tahap perkenalan

2. Tahap mencari sensasi

3. Tahap kebutuhan

Dari ke 3 tahap tersebut tahap yang paling penting adallah pada saat tahap perkenalan. Bagi orang2 yang meminumnya dengan tujuan mencari sensasi pasti akan menjadi kecanduan. Jika perkenalannya tepat tahap ke-2 pasti akan terlewati, karena jika pada tahap perkenalan orang tersebut paham…ouw ternyata alkohol itu begini”. Nantinya, pasti akan bisa menentukan kapan saat yang tepat untuk minum dan kapan bukan saat yang tepat, serta bisa memilih Alkohol apa yang cocok.

Bagi yang perkenalannya dengan alkohol aga kacau mohon maaf saya belum bisa membantu banyak…….

YOUTH OF MISS REJECTION

Februari 20, 2008

(Sumpah nda ada niat utk ngeFLAME)

Ketika sebuah band beraliran pop romantic muncul dengan album barunya yang meledak mereka memakai dandanan rambut Mohawk, piercing, celana aga dipelorotin, saya menjadi kaget “ternyata luas juga ya mereka?”. Yang membuat saya lebih kaget dan muak musik mereka tidak ada yang berubah, setelah saya dengar2 lagu mereka (sumpah saya paling muak dengan lagu2 yang isinya ditinggal pecun mo mati, kenapa ga nyari pecun yg læn?), lagu mereka hasil copyan. Dalam 1 bulan rambut mohawk, kemeja flanel, celana dipelorotin dan atribut2 melodic lainnya jadi tren. Ada hal yang sangat lucu ketika trend itu menjamur, banyak (maaf) cewek yang berdandan khas anak2 melodic tapi pake high heels wakakakakakakakak.

Padahal mereka tidak tau kenapa rambut itu dibuat mohawk, kenapa dipiercing, kenapa memilih kemeja flanel dll. Dan trend itupun seolah-olah menjadi icon dandanan klo ga kaya ini ga keren. MANA ANAK2 YANG BIASANYA MENYANYIKAN “it’s my job to keep punk still elite”. Mungkin benar katanya Bobby Cool dan akhirnya hilang tak berarti.

Lalu, sempat muncul pula trend disco (mungkin diawali sebuah band pop yang mengadopsi style anak2 disco dengan menambahkan penggunaan scarf). Ketika saya tanya kepada mereka yang mengikuti style tersebut tentang panic at the disco mereka malah balik bertanya lagunya n@#$! yang baru ya?wakakakakakakakak.

Saat ini trend dandanan ala rastaman juga lagi hot tapi saya tidak tau siapa yang memulai, dan saya yakin hanya band2 yang benar2 tau tentang kata “jah” mau menggunakan musik dan style ini, Saya tidak menyalahkan siapa2. Tapi yang buat saya tertawa rata2 mereka2 yang meniru gaya memakai gelang ala2 rasta, kaos gambar muka Uncle Bob masih menuduh Uncle Bob mati karena ganja, karena over dosis, wakakakakakakakak. Padahal Uncle Bob mati karena tetanus dan beliau tidak mau jika kakinya harus diamputasi, karena dengan satu kaki beliau merasa tidak sempurna.

Klo memang niat kalian berganti-ganti style untuk menjadi bunglon ya silahkan!!. Tapi, apa kalian sudah siap ketika berdandan ala punk dibilang glue sniffer, ketika berdandan ala melodic dibilang anak rese yang caper, ketika berdandan ala rastaman dibilang pecinta mariyuana, ketika berdandan ala Emo dibilang memiliki masa kecil yg kelam, ketika berdandan ala skinhead digebukin Pak Polisi?. Itu semua tergantung pada kalian sendiri, kita semua memiliki peran yang berbeda2. Saya hanya ingin menghentikan sedikit dari sekian banyak pembodohan masal akibat televisi, ketika pengetahuan kita kurang terhadap suatu kultur, jangan memaksa untuk ikut dan berdandan ala mereka. Kenali dulu dan dapatkan chemistrynya baru kita masuk dan melebur dengan mereka!! Sehingga kita ,merasa bangga dengan apa yang kita pilih tanpa ada penyesalan.