MITOS SALAH DIBALIK ALKOHOL DAN TATTO
Februari 20, 2008
Ini merupakan pembelaan dari saya yang mungkin mewakili beberapa orang yang tertindas karena masalah pilihan. Sampai saat ini saya masih merasa heran mengapa pandangan orang Indonesia selalu merasa sinis terhadap orang yang bertatto dan para alkoholic. Walaupun saya bukan penggemar alkohol kelas berat (saya lebih suka dengan disebut beer drinker, untuk alkohol kelas berat saya hanya meminum disaat-saat tertentu). Mungkin disebabkan doktrin2 (sekitar tahun 80++) bahwa orang yang bertatto itu adalah orang yang pernah masuk penjara. Semua itu karena kebutaan bangsa kita untuk melihat suatu hal dari sisi lain. Terlebih lagi jika sudah bertatto/memiliki piercing akan susah untuk mencari kerja (sungguh sangat ironi sudah lapangan pekerjaan yang sempit ditambah banyaknya larangan). Sebenarnya orang mentatto tubuh mereka ada berbagai macam tujuan, ada yang bertujuan untuk mencari sensasi, ada yang bertujuan untuk seni, ada yang untuk menunjukkan jati diri dan ada juga yang dengan tujuan pengungkapan rasa sakit (setiap orang berhak memiliki rasa sakit dan setiap orang berhak mengungkapkan rasa sakit tersebut). Jika ada yang menganggap ”gila masak cuma untuk mengungkapkan rasa sakit apa harus dengan mentatto”, dan jawabannya “ya itu pilihan saya”. Coba bayangkan, jika tidak bisa mengungkapkan rasa sakit, pasti ga akan bisa tenang. Lebih baik memiliki sesuatu yang tidak normal daripada terlihat normal tetapi sebenarnya tidak memiliki ketenangan. Anggapan orang bahwa jika harus mentatto itu harus dalam keadaan mabuk itu salah!!! Untuk membuat tatto tidak semudah yang dibayangkan, peralatan yang digunakan harus memenuhi standar kebersihan yang telah ditetapkan, harus dalam keadaan benar2 sehat, melihat kondisi kulit dan tipe kulit yang akan ditatto (nantinya hal ini juga akan mempengaruhi gambar dan warna yang akan dipakai dalam tatto tersebut). Pada tempat tatto2 parlor profesional si tukang tatto tidak akan mau membuat tatto itu jika orang yang akan ditatto itu lagi dalam keadaan tidak sehat dan gambar yang diminta tidak sesuai dengan type kulit orang tersebut.
Untuk masalah alkohol, jika seseorang tau kita suka dengan alkohol pasti pandangan orang akan berbeda. Menurut saya sebenarnya ada beberapa tahap berkenalan dengan alkohol, dan jika tahap ini benar maka tidak akan ada lagi kecanduan alkohol (minum seperlunya). Tahap orang berkenalan dengan alkohol bermacam-macam.
1. Tahap perkenalan
2. Tahap mencari sensasi
3. Tahap kebutuhan
Dari ke 3 tahap tersebut tahap yang paling penting adallah pada saat tahap perkenalan. Bagi orang2 yang meminumnya dengan tujuan mencari sensasi pasti akan menjadi kecanduan. Jika perkenalannya tepat tahap ke-2 pasti akan terlewati, karena jika pada tahap perkenalan orang tersebut paham…”ouw ternyata alkohol itu begini”. Nantinya, pasti akan bisa menentukan kapan saat yang tepat untuk minum dan kapan bukan saat yang tepat, serta bisa memilih Alkohol apa yang cocok.
Bagi yang perkenalannya dengan alkohol aga kacau mohon maaf saya belum bisa membantu banyak…….
horeeeeeeeeeeeeee…
akhirnya ada yg berpikiran gak sempit dan bisa menghargai hak org lain dlm berekspresi..more power!!
thx sdh ngebaca
wih gw dulu jg sring tuh ama yang namnya alkohol??
tapi lama kelamaan bosen?
Menurut Agama Saya (ISLAM)
tentang Alkohol
maaf, mungkin anda pernah nonton TV dalam Acara Rahasia Sunnah yang mengungkit tentang Minuman Beralkohol, di situ di jelaskan tentang kandungan dari Miras pada sebuah Laboratorium, dan ternyata sangat banyak mengandung Zat Berbahaya bagi tubuh. dan ini telah di Larang dalam Al Qur’an yang muncul sekitar 15 Abad Yang Lalu…
tentang Tatto
dalam agama Kami, di larangkan bagi Kami menggambar Mahluk hidup, karena sesungguhnya Jin akan tinggal di Kepalanya, begitu pula membuat miniatur mahluk hidup…
dan Gambar yang di bolehkan untuk di Gambar adalah Kaligrafi (Ayat).
untuk melakukan Ibadah (Sholat), kita di wajibkan untuk bersih dan suci..
jika menggunakan Kutex atau pewarna kuku yang tidak mengandung Zat alami, maka di Haramkan untuk melakukan Ibadah (Sholat)…
kesimpulannya, Kutex aja di Larang, apalagi kalu Tatto yang menggunakan Tinta yang di Tanamkan di Antara Kulit dan Daging….
Terima Kasih
wahhh artikel nya keren!!
bisa ngasi inspirasi untuk bikin draft lomba debat .
memang tyap orang gak ber hak untuk mengambil hak orang lain untuk senang, selama kesenangan itu gg merugikan orang lain . .
^^